Minggu, 15 November 2009

BKLDK Makassar serukan tegakkan syariah & khilafah

ImagePada hari Rabu, 28 Oktober 2009 Ratusan mahasiswa dari berbagai Universitas negeri dan swasta yang tergabung dalam Badan Koordinasi Lembaga Dakwah kampus (BKLDK) Daerah Makassar melakukan aksi damai. Mereka menyerukan kepada rezim pemerintahan baru untuk meninggalkan neoliberalisme serta menegakkan syariah dan khilafah. Aksi yang dimulai pukul 13.00 WITA, mengambil rute awal dari Masjid al Markaz Al islami menuju monumen Mandala dengan barisan yang tertib dan rapi, serta dikawal oleh beberapa aparat keamanan.

koordinator aksi, mengungkapkan bahwa sejak kemerdekaan sampai saat ini, Indonesia telah berganti-ganti rezim tetapi rakyat tetap berada dalam penderitaan. ada persoalan mendasar yang terjadi pada negeri ini sehingga problem rakyat semakin menggunung. Hal ini tidak cukup sekedar berganti rezim tetapi sistem rusak yang membawa penderitaan bagi rakyat ini pun harus pula diganti.
Disisi lain aksi ini juga merupakan rangkaian dari Kongres Mahasiswa Islam Indonesia (KMII) yang diselenggarakan di Jakarta (18/10),pekan lalu yang melahirkan Sumpah Mahasiswa.

Sumpah Mahasiswa pun kembali dibacakan dalam aksi tersebut. Berikut isi sumpah mahasiswa tersebut:

Sejak kemerdekaan hingga lebih dari enam dekade, sekulerisme mengatur Indonesia, terlepas dari siapa pun yang berkuasa. Hal yang sama juga terjadi di negeri-negeri muslim lainnya. Sistem sekuler telah menyebabkan rakyat terus menerus hidup dalam berbagai krisis yang tidak berkesudahan. Sampai saat ini fakta kemiskinan, kebodohan, kedzaliman, ketidakadilan, disintegrasi dan berbagai problem lain, termasuk penjajahan dalam segala bentuknya, senantiasa mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya. Sistem sekuler telah mengakibatkan potensi sumberdaya alam dan kekayaan mineral yang sangat melimpah tidak mampu membuat rakyat hidup dalam kebaikan. Justru sebaliknya, rakyat hidup dalam penderitaan. Semua potensi dan kekayaan alam yang dimiliki seolah tidak memberikan arti apa-apa buat hidup rakyat.

Oleh karena itu, setelah kami melihat, mencermati dan menganalisa fakta kerusakan yang ada serta merumuskan kondisi ideal, maka demi Allah, Zat yang jiwa kami berada dalam genggaman-Nya, kami mahasiswa Indonesia bersumpah :

  1. Dengan sepenuh jiwa, kami yakin bahwa sistem sekuler, baik berbentuk kapitalis-demokrasi maupun sosialis-komunis adalah sumber penderitaan rakyat dan sangat membahayakan eksistensi Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
  2. Dengan sepenuh jiwa, kami yakin bahwa kedaulatan sepenuhnya harus dikembalikan kepada Allah SWT – Sang Pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan - untuk menentukan masa depan Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
  3. Dengan sepenuh jiwa, kami akan terus berjuang tanpa lelah untuk tegaknya syari’ah Islam dalam naungan Negara Khilafah Islamiyah sebagai solusi tuntas problematika masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
  4. Dengan sepenuh jiwa, kami menyatakan kepada semua pihak bahwa perjuangan yang kami lakukan adalah dengan seruan dan tantangan intelektual tanpa kekerasan.
  5. Dengan sepenuh jiwa, kami menyatakan bahwa perjuangan yang kami lakukan bukanlah sebatas tuntutan sejarah tetapi adalah konsekuensi iman yang mendalam kepada Allah SWT.

Sumpah Mahasiswa tersebut dianggap sebagai bentuk komitmen pemuda dan mahasiswa untuk berjuang keluar dari sistem sekuler menuju sistem Islam.

Di akhir aksi Adi wijaya selaku koordinator BKLDK Makassar membacakan pernyataan sikap.

Selain di Makassar Aksi ini juga berlangsung serentak di kota-kota besar di Indonesia, diantaranya Jakarta ,Surabaya Bogor, Bandung, Aceh,Samarinda, Kendari, Maluku Utara, dsb. (lipt : Nayla Syamil dan Nasrul Fikry )





Read rest of entry

BKLDK Lampung Serukan Rezim Baru Untuk Tinggalkan Neoliberalisme

Lampung-Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) menggelar aksi di depan Tugu Adipura, Enggal, Kemarin. Mereka menyerukan kepada rezim baru untuk meninggalkan neoliberalisme, tegakkan syariah dan khilafah. Hal itu terkait sumpah mahasiswa Islam Indonesia pada 18 Oktober 2009 di jakarta. (lampung post, 29/10/2009)











Read rest of entry

Aksi Nasional Mahasiswa Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK)

PERNYATAAN SIKAP
AKSI NASIONAL MAHASISWA 28 OKTOBER 2009

SERUAN MAHASISWA KEPADA REZIM BARU :
TINGGALKAN NEOLIBERALISME, TEGAKKAN SYARIAH & KHILAFAH

Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II sebagai wujud rezim baru telah terbentuk beberapa hari yang lalu. Rezim baru ini, secara prinsip pemikirannya tidak berubah. Pos strategis bidang ekonomi tetap diisi oleh menteri-menteri yang pro liberal. Kecenderungan rezim baru ini terhadap ideologi sekuler neoliberal tetap bertahan seperti sebelumnya, bahkan semakin menguat. Agenda-agenda neoliberal seperti liberalisasi, privatisasi dan penghapusan subsidi akan terus berlanjut lima tahun ke depan. Hal ini penting untuk mengamankan kepentingan bisnis kapitalis baik dalam maupun luar negeri. Dan bagi negara imperialis, jaminan kebijakan ekonomi yang pro liberal penting untuk mempertahankan kerakusannya mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia.

Proyek liberalisasi ekonomi Indonesia akan memasuki tahap implementasi. Sejak 10 tahun yang lalu, proyek liberalisasi ekonomi dipersiapkan. Lembaga-lembaga asing pun ikut andil dalam penyusunan kebijakan pemerintahan mulai dari UU Sumber Daya Air, UU Penanaman Modal, UU Mineral dan Batubara, UU Ketenagalistrikan dan sebagainya. Bahkan dalam rangka liberalisasi ekonomi, sekitar 200 UU sudah disiapkan untuk disahkan oleh parlemen terpilih. Tak ada yang menjamin kekayaan alam Indonesia tidak dijarah oleh asing dalam lima tahun ke depan. Bahkan bisa jadi BUMN strategis akan lenyap mengikuti privatisasi yang sudah digariskan sebelumnya. Kondisi ini semakin parah karena mayoritas menteri juga berasal dari partai politik anggota koalisi gemuk pendukung rezim ini. Plus 75 persen anggota parlemen juga berasal dari partai politik pendukung rezim baru ini. Artinya proses liberalisasi akan berjalan lancar dan legal tanpa proses kritik yang signifikan. Akhirnya rakyat semakin menderita dan negeri ini akan terus dilanda krisis tak berkesudahan.

Fakta membuktikan bahwa sejak kemerdekaan sampai saat ini, Indonesia telah berganti-ganti rezim, tetapi rakyat tetap dalam penderitaan. Rezim orde lama telah mengelola negeri ini dengan sistem sosialisme dan berujung pada penderitaan rakyat. Rezim orde baru mengelola negeri ini dengan kapitalisme dan berujung pada krisis yang semakin menjadikan Indonesia terpuruk. Orde reformasi yang diharapkan oleh banyak kalangan akan membawa kebaikan, ternyata malah semakin menjatuhkan negeri ini dalam kubangan penjajahan neoliberalisme yang semakin hari semakin menguat. Ada persoalan mendasar yang terjadi pada negeri ini sehingga problem rakyat semakin menggunung. Tidak cukup sekedar berganti rezim tetapi sistem rusak yang membawa penderitaan rakyat harus diganti.

Kondisi faktual di atas menggugah kami untuk menganalisa dan merumuskan solusi intelektual agar negeri ini segera terbebas dari penjajahan di segala bidang. Hal itulah yang mendorong kami menyelenggarakan Kongres Mahasiswa Islam Indonesia (KMII) di Jakarta pada tanggal 18 Oktober 2009. Lebih dari 5000 mahasiswa dari seluruh Indonesia telah berpartisipasi dalam kongres ini. Mereka berasal dari beragam latar belakang gerakan baik Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Lembaga Legislatif Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa Intra Kampus maupun Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus. Pada event ini berhasil dirumuskan dan ditandatangani SUMPAH MAHASISWA 18 OKTOBER 2009. Sumpah Mahasiswa ini adalah komitmen intelektual kami sekaligus menjadi SERUAN dan TANTANGAN INTELEKTUAL kepada rezim manapun termasuk rezim penguasa yang baru agar jangan terus- menerus menambah penderitaan rakyat dengan mempertahankan sistem sekuler baik sosialisme maupun liberalisme. Sumpah Mahasiswa 18 Oktober 2009 juga merupakan komitmen spiritual kami karena keyakinan yang mendalam kepada Allah SWT dan ideologi Islam sebagai solusi tuntas problematika negeri ini.

Oleh karena itu, kepada rezim baru negeri ini kami sampaikan :

SERUAN MAHASISWA KEPADA REZIM BARU : TINGGALKAN NEOLIBERALISME, TEGAKKAN SYARIAH DAN KHILAFAH

Melalui lembaran ini pula kami sampaikan kepada seluruh mahasiswa dan gerakannya agar tidak terjebak sekedar mengganti rezim tetapi mulailah berpikir untuk merumuskan dan menawarkan sistem baru untuk mengelola negeri ini. Dan kami menawarkan kepada seluruh mahasiswa dan gerakannya apapun latar belakangnya untuk menjadikan ideologi Islam sebagai mainstream gerakan, sekaligus menjadikannya sebagai sistem yang ditawarkan dan disosialisasikan untuk mengelola negeri ini. Bergabunglah dalam GERAKAN SUMPAH MAHASISWA 18 OKTOBER 2009. ALLAHU AKBAR!

(Jakarta, 28 Oktober 2009)

***

SUMPAH MAHASISWA
18 OKTOBER 2009

Sejak kemerdekaan hingga lebih dari enam dekade, sekulerisme mengatur Indonesia, terlepas dari siapa pun yang berkuasa. Hal yang sama juga terjadi di negeri-negeri muslim lainnya. Sistem sekuler telah menyebabkan rakyat terus menerus hidup dalam berbagai krisis yang tidak berkesudahan. Sampai saat ini fakta kemiskinan, kebodohan, kedzaliman, ketidakadilan, disintegrasi dan berbagai problem lain, termasuk penjajahan dalam segala bentuknya, senantiasa mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya. Sistem sekuler telah mengakibatkan potensi sumberdaya alam dan kekayaan mineral yang sangat melimpah tidak mampu membuat rakyat hidup dalam kebaikan. Justru sebaliknya, rakyat hidup dalam penderitaan. Semua potensi dan kekayaan alam yang dimiliki seolah tidak memberikan arti apa-apa buat hidup rakyat.

Oleh karena itu, setelah kami melihat, mencermati dan menganalisa fakta kerusakan yang ada serta merumuskan kondisi ideal, maka demi Allah, Zat yang jiwa kami berada dalam genggaman-Nya, kami mahasiswa Indonesia bersumpah :

  1. Dengan sepenuh jiwa, kami yakin bahwa sistem sekuler, baik berbentuk kapitalis-demokrasi maupun sosialis-komunis adalah sumber penderitaan rakyat dan sangat membahayakan eksistensi Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
  2. Dengan sepenuh jiwa, kami yakin bahwa kedaulatan sepenuhnya harus dikembalikan kepada Allah SWT – Sang Pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan - untuk menentukan masa depan Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
  3. Dengan sepenuh jiwa, kami akan terus berjuang tanpa lelah untuk tegaknya syari’ah Islam dalam naungan Negara Khilafah Islamiyah sebagai solusi tuntas problematika masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
  4. Dengan sepenuh jiwa, kami menyatakan kepada semua pihak bahwa perjuangan yang kami lakukan adalah dengan seruan dan tantangan intelektual tanpa kekerasan.
  5. Dengan sepenuh jiwa, kami menyatakan bahwa perjuangan yang kami lakukan bukanlah sebatas tuntutan sejarah tetapi adalah konsekuensi iman yang mendalam kepada Allah SWT.

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

AKSI NASIONAL MAHASISWA
BADAN KOORDINASI LEMBAGA DAKWAH KAMPUS (BKLDK)
Alamat : Jl. Sunan Giri No. 1 Rt 12/15 Rawamangun, Jakarta Timur
Telp : 021-91925306 Hp : 085710045957
Website : www.dakwahkampus.com E-mail : kmii09@yahoo.co.id
Read rest of entry

Foto Kongres Mahasiswa Islam Indonesia 2009 (KMII 2009)

Gallery - foto Kongres Mahasiswa Islam Indonesia (KMII) 2009 yang diadakan oleh Badan Koordinasi Lembada Dakwah Kampus (BKLDK) pada hari Ahad 18 Oktober 2009 di halaman Basket Hall Senayan Jakarta dengan dihadiri lebih dari 5000 Mahasiswa Nusantara dan menghasilkan komitmen bersama untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik, tertuang dalam SUMPAH MAHASISWA 18 OKTOBER 2009. Insyaallah menjadi kongres Mahasiswa terbesar dan menoreh sejarah baru.


Sumber foto: www.dakwahkampus.com

Read rest of entry

Mahasiswa Islam se-Indonesia Siap Ubah Pergerakan Pragmatis ke Ideologis

Pergerakan mahasiswa yang ada selama ini dinilai lebih bersifat pragmatis dan demi kepentingan sesaat. Sikap kritis para aktivisnya seringkali berakhir pada kursi jabatan tertentu. Arah gerak mereka pun banyak yang tak jelas mau kemana. Melihat fenomena ini, sekurang-kurangnya 5000 mahasiswa Islam dari seluruh penjuru nusantara berkumpul menghadiri Kongres Mahasiswa Islam Indonesia (KMII) yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK)pada Ahad (18/10).

Kongres akbar ini memiliki agenda merumuskan kembali visi pergerakan mahasiswa menuju pergerakan ideologis. “Masa ini adalah masa dimana gerakan mahasiswa hanya menjadikan ideologi Islam sebagai perkara hidup dan mati!” papar Mahasiswa Pascasarjana UI Erwin Permana dalam makalahnya.

Erwin melanjutkan, gerakan mahasiswa Islam seharusnya mencontoh gerakan yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya dalam menegakkan sistem Islam di tengah-tengah masyarakat. Ada tiga tahap pergerakan kala itu, yaitu tahap kaderisasi, edukasi pada masyarakat dan implementasi dengan diangkatnya seorang khalifah sebagai pemimpin umat Islam secara keseluruhan.

Sementara itu, mahasiswa dituntut untuk lebih berfikir cermat dalam menyikapi permasalahan yang ada. “Jika mahasiswa melihat kebangkrutan di negeri ini gara-gara korupsi, maka mahasiswa itu kurang kritis,” ujar cendekiawan muslim Dwi Condro Triono. Sesungguhnya akar permasalahan yang ada bukan para koruptor namun pada sistem sekuler yang rusak yang diterapkan di negeri ini, maka tak cukup orangnya yang diganti tapi sistemnya juga harus diganti, tandasnya.

Polisi tidak kooperatif

Acara KMII ini sempat mengalami hambatan dari pihak kepolisian. Seperti diinformasikan oleh panitia, rencana awal kongres akan diadakan di dalam gedung Basket Hall Senayan Jakarta. Namun, dengan alasan yang kurang logis, pihak kepolisian tidak memberikan izinnya. Padahal, Kementeriaan Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) telah memberikan rekomendasi agar semua pihak, termasuk kepolisian, untuk mendukung kelancaran acara kongres.

Menurut sumber dari salah satu panitia, pihak Menegpora sampai melobi Wakapolda Metro Jaya agar dapat memberikan izin acara yang didukung penuh Menegpora Adyaksa Dault ini. Namun pihak kepolisian bergeming.

Akhirnya, panitia terpaksa memutuskan untuk menyelenggarakan acara dengan bentuk “kongres jalanan”. KMII pun digelar di area luar Basket Hall. Walaupun demikian, para peserta nampak tak terpengaruh dengan ketidaknyamanan ini. Mereka mengikuti acara ini dengan antusias dari awal hingga selesai.

Sumpah Mahasiswa

Di akhir kongres, para peserta membacakan Sumpah Mahasiswa berisi kesadaran mengenai bobroknya sistem sekular saat ini beserta komitmen mereka memperjuangkan diterapkannya syariat Islam dalam naungan Khilafah tanpa mengenal lelah. Mereka pun berikrar untuk berjuang dalam bentuk seruan intelektual tanpa kekerasan. Semua itu mereka lakukan atas kesadaran dari konsekuensi keimanan.

Berikut naskah lengkap dari Sumpah Mahasiswa tersebut:

SUMPAH MAHASISWA

18 OKTOBER 2009

Sejak kemerdekaan hingga lebih dari enam dekade, sekulerisme mengatur Indonesia, terlepas dari siapa pun yang berkuasa. Hal yang sama juga terjadi di negeri-negeri muslim lainnya. Sistem sekuler telah menyebabkan rakyat terus menerus hidup dalam berbagai krisis yang tidak berkesudahan. Sampai saat ini fakta kemiskinan, kebodohan, kedzaliman, ketidakadilan, disintegrasi dan berbagai problem lain, termasuk penjajahan dalam segala bentuknya, senantiasa mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya. Sistem sekuler telah mengakibatkan potensi sumberdaya alam dan kekayaan mineral yang sangat melimpah tidak mampu membuat rakyat hidup dalam kebaikan. Justru sebaliknya, rakyat hidup dalam penderitaan. Semua potensi dan kekayaan alam yang dimiliki seolah tidak memberikan arti apa-apa buat hidup rakyat.

Oleh karena itu, setelah kami melihat, mencermati dan menganalisa fakta kerusakan yang ada serta merumuskan kondisi ideal, maka demi Allah, Zat yang jiwa kami berada dalam genggaman-Nya, kami mahasiswa Indonesia bersumpah :

  1. Dengan sepenuh jiwa, kami yakin bahwa sistem sekuler, baik berbentuk kapitalis-demokrasi maupun sosialis-komunis adalah sumber penderitaan rakyat dan sangat membahayakan eksistensi Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
  2. Dengan sepenuh jiwa, kami yakin bahwa kedaulatan sepenuhnya harus dikembalikan kepada Allah SWT – Sang Pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan - untuk menentukan masa depan Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
  3. Dengan sepenuh jiwa, kami akan terus berjuang tanpa lelah untuk tegaknya syari’ah Islam dalam naungan Negara Khilafah Islamiyah sebagai solusi tuntas problematika masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
  4. Dengan sepenuh jiwa, kami menyatakan kepada semua pihak bahwa perjuangan yang kami lakukan adalah dengan seruan dan tantangan intelektual tanpa kekerasan.
  5. Dengan sepenuh jiwa, kami menyatakan bahwa perjuangan yang kami lakukan bukanlah sebatas tuntutan sejarah tetapi adalah konsekuensi iman yang mendalam kepada Allah SWT. (ihsan)
Source : Eramuslim.com [Media Muslim Rujukan]
Read rest of entry

SUMPAH MAHASISWA 18 OKTOBER


SUMPAH MAHASISWA 18 OKTOBER
pada KONGRES MAHASISWA ISLAM INDONESIA (KMII 2009)

Sejak kemerdekaan hingga lebih dari enam dekade, sekulerisme mengatur Indonesia, terlepas dari siapa pun yang berkuasa. Hal yang sama juga terjadi di negeri-negeri muslim lainnya. Sistem sekuler telah menyebabkan rakyat terus menerus hidup dalam berbagai krisis yang tidak berkesudahan. Sampai saat ini fakta kemiskinan, kebodohan, kedzaliman, ketidakadilan, disintegrasi dan berbagai problem lain, termasuk penjajahan dalam segala bentuknya, senantiasa mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.

Sistem sekuler telah mengakibatkan potensi sumberdaya alam dan kekayaan mineral yang sangat melimpah tidak mampu membuat rakyat hidup dalam kebaikan. Justru sebaliknya, rakyat hidup dalam penderitaan. Semua potensi dan kekayaan alam yang dimiliki seolah tidak memberikan arti apa-apa buat hidup rakyat.

Oleh karena itu, setelah kami melihat, mencermati dan menganalisa fakta kerusakan yang ada serta merumuskan kondisi ideal, maka demi Allah, Zat yang jiwa kami berada dalam genggaman-Nya, kami mahasiswa Indonesia bersumpah :

1. Dengan sepenuh jiwa, kami yakin bahwa sistem sekuler, baik berbentuk kapitalis-demokrasi maupun sosialis-komunis adalah menjadi sumber penderitaan rakyat dan sangat membahayakan eksistensi Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.

2. Dengan sepenuh jiwa, kami yakin bahwa kedaulatan sepenuhnya harus dikembalikan kepada Allah SWT – Sang Pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan – untuk menentukan masa depan Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.

3. Dengan sepenuh jiwa, kami akan terus berjuang tanpa lelah untuk tegaknya syari’ah Islam dalam naungan Negara Khilafah Islamiyah sebagai solusi tuntas problematika masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.

4. Dengan sepenuh jiwa, kami menyatakan kepada semua pihak bahwa perjuangan yang kami lakukan adalah dengan seruan dan tantangan intelektual tanpa kekerasan.

5. Dengan sepenuh jiwa, kami menyatakan bahwa perjuangan yang kami lakukan bukanlah sebatas tuntutan sejarah tetapi adalah konsekuensi iman yang mendalam kepada Allah SWT.

sumpah mahasiswa 18 Oktober 2009

Read rest of entry
 

NO COPYRIGHT © IN ISLAM 2009 - BADAN KOORDINASI LEMBAGA DAKWAH KAMPUS KOTA BALIKPAPAN MADINATUL IMAN - KALTIM